Rabu, 18 Maret 2021. Kru Radar Bromo dari Jawa Pos mengunjungi kantor desa Penunggul untuk meliput potensi apa saja yang bisa dan akan dikembangkan di desa Penunggul. Kemudian, Segenap Perangkat dan Kepala Desa mengajak kru Radar Bromo menuju wisata unggulan di Desa Penunggul, yaitu wisata Mangrove.
Selamet sunhaji selaku kepala desa Penunggul menjelaskan kalau Pemerintah Desa sudah memperbaiki akses jalan menuju wisata alam seluas 40 hektar tersebut. 2020 lalu, Pemerintah Desa Penunggul sudah membangun jembatan penghubung menuju wisata dan paving sepanjang 150 meter di lokasi wisata. sebelumnya lokasi menuju wisata yang masih tanah, akan sulit di lalui kendaraan ketika musim hujan.
"Dengan paving ini, maka kendaraan roda dua dan roda empat akan nyaman menuju wisata mangrove. Sebelumnya, kalau ada hujan jalan mesti becek sehingga tidak nyaman untuk dilewati" jelas kepala desa muda tersebut.
Untuk saat ini, Pemerintah Desa belum menarik tiket untuk wisata mangrove karena memang masih dikembangkan. pengunjung hanya di kenakan tarif parkir saja. Pemerintah Desa juga sedang mengusahakan untuk melengkapi sarana dan prasarana di lokasi wisata mangrove seperti trotoar dan Saluran Pembuangan Air (SPA). Harapannya Trotoar ini juga bisa dimanfaatkan sebagai lahan parkir roda dua maupun roda empat.