Penunggul, Posyandu (pos pelayanan terpadu) yang dilaksanakan 1 kali dalam sebulan ini kembali diadakan di kantor Balai Desa Penunggul setelah sekian lama diadakan melalui kelompok-kelompok kecil per dusun akibat adanya pandemi. Posyandu yang identik dengan bayi dan balita ini sangat bermanfaat terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui dan pasangan usia subur.
Kegiatan Posyandu di Desa Penunggul ini diantaranya :
- Program kesehatan ibu dan Anak (KIA)
Pelayanan yang diberikan posyandu kepada ibu hamil mencakup pemeriksaan kehamilan dan pemantauan gizi. Tak hanya pemeriksaan, ibu hamil juga dapat melakukan konsultasi terkait persiapan persalinan dan pemberian ASI. Pemberian vaksin TT untuk mencegah penyakit tetanus, suplemen vitamin A, vitamin B dan zat besi serta pemasangan alat kontrasepsi (KB) di posyandu. - Program kesehatan anak
Pemeriksaan bayi dan balita secara rutin ini penting dilakukan untuk memantau tumbuh kembang anak dan mendeteksi sejak dini bila anak mengalami gangguan tumbuh kembang. Pemeriksaan bayi dan balita mencakup penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala anak, evaluasi tumbuh kembang, serta penyuluhan dan konseling tumbuh kembang. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dicatat di dalam buku KIA. - Keluarga Berencana (KB)
Pelayanan KB di posyandu umumnya diberikan oleh kader dalam bentuk pemberian kondom dan pil KB. Sedangkan, suntik KB hanya dapat diberikan oleh tenaga puskesmas. Apabila tersedia ruangan dan peralatan yang menunjang serta tenaga yang terlatih, posyandu juga dapat dilakukan pemasangan IUD dan implan. - Imunisasi
Posyandu menjadi salah satu pihak yang berhak menyelenggarakan program imunisasi, imunisasi wajib bagi setiap anak usia di bawah 1 tahun untuk melakukan vaksinasi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan ada 5 jenis imunisasi yang wajib diberikan, yaitu hepatitis B, polio, BCG, campak, dan DPT-HB-HiB. - Pemantauan status gizi
Melalui kegiatan pemantauan gizi, posyandu berperan penting dalam mencegah risiko stunting pada anak. Pelayanan gizi di posyandu meliputi pengukuran berat dan tinggi badan, deteksi dini gangguan pertumbuhan, penyuluhan gizi, dan pemberian suplemen. Apabila ditemukan ibu hamil dengan kondisi kurang energi kronis (KEK) atau balita yang pertumbuhannya tidak sesuai usia, kader posyandu dapat merujuk ke puskesmas. - Pencegahan dan penanggulangan diare
Pencegahan diare dilakukan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sedangkan, penanganan diare dilakukan melalui pemberian oralit. Apabila diperlukan penanganan lebih lanjut, petugas kesehatan dapat memberikan suplemen zinc.